![]() |
| Fhoto : Keluarga Pasien Bersama Kuasa Hukum Dewi Sartika Sitinjak |
Batam | SidakToday.com | Seorang pasien bernama Dewi Sartika Sitinjak (24) mengalami koma pasca menjalani operasi ambeien di rumah sakit swasta di Batam. Untuk itu pihak keluarga melaporkan dugaan malpraktik pada Polresta Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (8/8/2026).
Keluarga pasien,Dewi Sartika Sitinjak, melaporkan Rumah Sakit Awal Bros Botania ke Polresta Barelang. Laporan dugaan malpraktik itu teregistrasi dengan Surat Tanda Penerimaan Nomor: 504/VIII/2026/Satreskrim
Pelapor adalah bibi korban, Sarina Sitinjak. Ia didampingi kuasa hukum Jendris Sihombing dan Bangun Simamora.
Kuasa hukum korban, Jendris Sihombing, menyebut laporan dilayangkan terkait dugaan kelalaian tenaga medis yang menyebabkan pasien mengalami koma.
"Pasien atas nama Dewi Sartika Boru Sitinjak diduga menjadi korban malpraktik di RS Awal Bros Botania," kata Jendris kepada wartawan di Polresta Barelang.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, korban masuk RS Awal Bros Botania pada 27 Juli 2026 pukul 12.00 WIB bersama temannya, Ando. Kedatangan itu untuk menjalani operasi ambeien yang sudah dikonsultasikan seminggu sebelumnya.
Karena kamar rawat inap penuh, korban baru masuk ruang inap pukul 16.00 WIB. Operasi ambeien kemudian dilakukan pada Senin, 28 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Dua jam setelah operasi, korban dipindahkan ke ruang rawat inap.
Jendris menyebut, sekitar 30 menit setelah masuk ruang rawat inap, perawat datang membawa dua suntikan dan satu botol infus. Saat suntikan pertama diberikan, korban mengeluh sakit dan sesak napas. Perawat menyatakan itu reaksi obat.
"Setelah suntikan kedua dan infus dilanjutkan, beberapa menit kemudian pasien kejang-kejang dan tidak sadarkan diri," ujar Jendris.
Teman korban kemudian memanggil perawat melalui intercom. Enam tenaga medis termasuk dokter jaga datang dan melakukan resusitasi jantung paru. Namun korban tetap tidak sadarkan diri.Namun, perjalanan perantauan gadis berusia 24 tahun itu berakhir pada Senin (10/8/2026).
Sementara, Direktur Rumah Sakit Awal Bros Botania dr.Retno Kusumo Mars menyatakan bahwa seluruh penanganan dan tindakan medis yang diberikan telah sesuai dengan indikasi penyakit yang dikeluhkan pasien saat pertama kali datang berobat.ucapnya
Pihaknya menegaskan keselamatan pasien selalu menjadi prioritas utama.
"Sejak pasien mendapatkan pelayanan,tim medis telah melakukan pemeriksaan,tindakan medis, pemantauan,serta penanganan sesuai dengan kondisi klinis pasien, ujar Retno melalui rilis resminya,Senin (10/08/2026)
dr. Retno menambahkan seluruh prosedur administrasi dan hak-hak pasien telah terpenuhi
Sebelum tindakan dilakukan,pihak keluarga telah menerima penjelasan menyeluruh dan menandatangani persetujuan tindakan medis (informed consent)
Perkembangan kondisi pasien juga terus disampaikan secara berkala kepada keluarga
Terkait opini publik mengenai dugaan malpraktik Rumah Sakit Awal Bros Botania menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta medis dan hasil evaluasi resmi dari pihak berwenang diperoleh secara lengkap.
Management menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik menjalin komunikasi dengan keluarga
Serta berharap media menyajikan berita secara berimbang dengan menyajikan dengan menghormati hak privasi pasien.tuturnya
Dalam hal ini perjalanan perantauan gadis berusia 24 tahun itu berakhir pada Senin (10/8/2026). (Vs)
.
