![]() |
| Fhoto : Pelabuhan Jembatan 6 Milik AK ,Surga Penyelundupan di Kota Batam |
Batam | SidakToday.com | Penyelundupan di Pelabuhan tikus di kawasan Jembatan 6 Barelang yang diketahui milik AK, diduga kuat kembali berdenyut sebagai titik transit "ekspedisi siluman".
Modusnya klasik namun fatal yakni, menyelundupkan barang kepabeanan ke luar daerah untuk menghindari bea masuk dan pajak. Ujung-ujungnya, uang negara yang dirampok.
Sementara, Informasi yang di himpun media ini , bahwa para pemain expedisi di jembatan 6 milik AK, AL, lB, MK
Sempat mati suri, aktivitas bongkar muat ilegal dari truk ke kapal-kapal kayu di pelabuhan AK ini kini perlahan kembali menggeliat. Kebangkitan pelabuhan ini rupanya tak lepas dari Bos besar di balik layar yang kini memegang kendali.
Di dunia gelap perbatasan, penyelundupan "rahasia umum" sekaligus pemain kakap yang sebelumnya dikenal luas sebagai penguasa jalur distribusi rokok dan minuman keras (miras) ilegal di wilayah.
Jaringannya menggurita, menjadikannya sang maestro pengendali jalur laut penyelundupan di teritori Karimun dan Riau dari Kota Batam
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pengangkutan barang dari mobil ke kapal kayu. Barang yang diangkut diduga berupa barang jastip atau barang-barang paket yang dikemas bersama barang kebutuhan pokok atau sembako.
Seorang warga setempat mengungkapkan, aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut diduga berlangsung hampir setiap malam.
“Infonya hampir setiap malam mereka bongkar muat di Pelabuhan Pak Akau. Sebab buruh angkutnya sebagian dari warga sini,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu (27/8/2026).
Menurutnya, barang yang diturunkan dari truk umumnya berupa paket dan barang kebutuhan pokok.
“Barang-barang yang dibongkar dari mobil truk itu semacam barang paket dan barang sembako,” tambahnya.
Pertanyaannya, ke mana aparat penegak hukum?
Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih terus berupaya mengkonfirmasi AK selaku pengelola pelabuhan dan menuntut ketegasan pihak Bea Cukai Batam.
Publik kini menanti, apakah aparat akan bertindak memberantas para penyelundup ini, atau justru kembali menutup mata. (Ay)

