![]() |
| Fhoto : Pengerukan Bukit di Lahan Hutan Lindung di Seputaran TPA Punggur |
Batam | SidakToday.com |Awal Tahun 2026 Aktivitas pengerukan Bukit berupa tanah bauksit di seputaran TPA Punggur berada di Lahan Hutan Lindung di wilayah hukum Polsek Nongsa,dimana pengerukan tersebut jelas tidak memiliki izin legalitas Cut and Fill dari pihak BP Batam dan Dinas terkait lainnya sehingga berpotensi merugikan negara dan merusak lingkungan sekitar serta meresahkan warga. Sabtu (05/01/2026)
Adapun kegiatan tersebut sudah berjalan ,namun belum ada tindakan dari pihak-pihak terkait,selain merugikan negara juga berpotensi membuat warga sekitar menjadi resah dan merugikan negara, dan Patut diduga luput dari pantauan pihak berwajib
Ketika Awak Media mengkonfirmasi Salah satu Pengawas Lapangan ( Ceker) menuturkan Saya hanya pekerja bisa disebut sebagai Cekeng Bang, dan kegiatan ini sudah ada sekitar 2 hari,ucapnya
Dari Pantauan dilapangan terlihat Lori berjibaku bermutan tanah bauksit lalu lalang tanpa ada penutup tanah/terpal menuju arah Kabil sehingga membuat pengunana lalu lintas dan warga menjadi resah.
Perlu diketahui proyek pematangan lahan atau pemotongan bukit di suatu lokasi harus memiliki izin amdal, UKL dan UPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta izin Cut and Fill BP Batam.
Adapun pasal yang bisa mengenai Pertambangan diatur pada Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara berbunyi "Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 18, Pasal 67 ayat (I), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)
Kemudian Pasal 67 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berbunyi "Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup" dan Pasal 109 berbunyi "Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
Hingga berita ini diterbitkan Awak media ini masih berusaha mengkonfirmasi Kanit Nongsa dan pihak-pihak terkait agar bisa meminimalisir kerugian negara yang dilakukan oleh Oknum Pengusaha. (Ay)
